sepertinya, kau rasakan juga dingin ini sebagai simbol kenangan kita,
sebagaimana telah dirayakan kekalahan-demi kekalahan yang menikami
tubuh. dan berderailah tawa atau tangis, karena airmata tetap membasah
pada pelupuk mata. usahlah lagi ditanyakan untuk apa pertemuan kita di sini,
menikmati hari-hari membisu atau hiruk pikuk yang menghujami kepala
dan dada. kesunyian yang tak dimengerti artinya dan rindu yang tak pernah lara.
No comments:
Post a Comment