Wednesday, May 15, 2002

Ketika malam semakin beranjak larut,
Dan hembusan angin mulai mengerogoti seluruh tubuhku,
Ketakutanku mulai melanda sekujur jiwaku

Serigala liar pun tlah melepaskan diri dari persembunyiannya
Melonglongkan tanda sebuah makanan malam yang siap di lahapnya

Ketakutanku mulai melanda sekujur jiwaku
bayangan lambaian pohon menambah kengerian malam
Ku hanya bisa berdoa tuk sebuah pertolongan
Untuk hambaMu yang tersesat jauh kedalam dosa

Sesaat ku buka mataku,
Nampak setitik cahaya bersinar harapan di kejauhan
Ku tertatih berjalan mendekat
Ku hanya bisa berharap sebuah cahaya kehangatan

Disini ku hanya bisa menangis,
Tuk sebuah Cahaya kehangatan Api unggun di tengah kedalaman dosa
Yang tlah Engkau utus untuk hambaMu yang tersesat ini
Kehangatan yang Engkau berikan sungguh sangat berarti.

-under constraction- for via, this is not done yet!

No comments: