Thursday, August 01, 2002

Revolusi Pujangga

Hai padamu yang mengeluh!Camkanlah! Ini bukanlah revolusi kata! bukan revolusi yang akan meledakkan jantung manusia. Ini revolusi Sunyi: sesunyi tetesan darahku yang 'kan ku teguk habis sendiri!

Sungguh, aku tak takut menyebut diriku pengecut; aku tak takut menghujat diriku penipu, bajingan hina, atau pendosa. Ini wajahku: tak ada yang musti disucikan! Aku sudah muak dengan segala intrik dan persengkongkolanmu! Dan terlebih aku bosan dengan anjing-tikus-
kamuflase yang berlenggak-lenggok menunggu sekutumu
! Mana? Mana wajah kalian: Segenap keangkuhan, kebusukan, dan kerakusan tersingkap dari batin yang sakit dan tak sempurna.

Ini memang satu revolusi: Hai engkau yang mengeluh! Jangan lari! Meski perihnya tak terhingga, Inilah perlawanan sejati, revolusi yang paling sunyi: tak ada saksi di sini, tak ada penguasa atau yang dikuasai. Di sini, kita sendiri berdiri membaca kembali riwayat pribadi, jernih, bening, seperti siklus darah yang terus berputar di segenap pembuluh penamu!

Ya!, kini saatnya kita berani berkata: pandanglah, segenap pikiran kami yang penuh pretensi, ketamakan, dan intimidasi; pandanglah, segenap hati kami yang makin jauh dari nurani, terbelah dalam obsesi, dikejar siklus pemuasan diri.

Inikah kami? anjing yang menggigit ekornya sendiri, bangsa yang menghancurkan bangsanya sendiri? Tidak! Kami bukan itu! Untuk itulah kami memulai revolusi ini! Dengarlah hai pengeluh!, Pandanglah ke dalam diri: jangan lari! ini satu revolusi: tanpa ambisi untuk mengubah atau menggubah, tanpa dendam atau perasaan terhina, tanpa kebencian atau salvo senjata.

Inilah Revolusi Sunyi: yang akan membersihkan tangan kotor.

No comments: