Saturday, July 27, 2002

Suatu hari yang tak pernah terselesaikan
Dalam mimpi yang terus mengejarku
Entah kapan ku bisa menyelesaikan semua ini
Dan kembali pada simpuhan ketenanganku

Memang, aku hanya memiliki keinginan kecil
Tak jauh dari sebatas kecilnya nyali ini
Bermula dari coretan yang tak berarti
Yang lalu kuberi sebuah telinga untuk mendengar,
mata tuk mengenang dan mulut tuk berbagi

Berasal dari semua ketulusan tarikan garismu
Yang lalu ku beri sebuah ruang sebagai awal,
Jendela tuk kesegaran dan pintu tuk kebebasan
Hingga berlanjut pada nama rekaan peluhmu
Yang bercerita semua karyamu dalam coretanku

Memang, khayalku masih sangat jauh
Garis-garis yang masih harus terus kupadu
Tuk temukan kepastian letak imaginasimu
Jujur memang semuanya masih jauh tuk tuju simpuh peluhku

Namun, Hidupku tak selamanya kan berkutat pada layar
Berpandangkan jendela,pena dan kertas
Suatu hari, kan kubawa semua mimpi ini ...
Menghampirimu ...

Dan bila memang mimpi ini harus tamat dalam simpangan
Setidaknya, ku punya semua coretan ini,
Yang masih bisa ku simpan ...
`tuk kuhampiri dalam kelahiran dunia selanjutnya.

- One lives in the hope of becoming a memory -

No comments: