Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
Nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
Ada yang ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
Sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi
Kuremas kertas itu dalam genggaman.
Kulumat dan kutelan dalam mulut hatiku.
Agar berakar di dalam sana.
Hingga tiba suatu masa.
Yang abadi dan benar ada.
No comments:
Post a Comment